Adik Angkat
Ku duduk bersila seraya memeluk bantal ber-cover Barcelona.
"Iya Bim, kamu punya masa depan, banyak gadis yang lebih cantik dan sebaya denganmu, yang bersedia menjadi kekasih mu, aku masih sangat belia, dan bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari Mbak Tia." Aku tersenyum getir dengan keadaan ku yang sekarang ini, seperti orang bodoh mengharapkan cinta Kakak Angkat ku yang tak pernah mencintai ku.