Amanda
Ia tersenyum simpul dan berkata lugas, “Kukirimkan nomor WA kedua adik iparmu. Barangkali kamu tergerak untuk menghubungi salah seorang dari mereka atau bahkan keduanya sekaligus. Kalau kamu merasa tidak membutuhkannya, silakan dihapus saja. It’s ok.”
Tante Beatrice menimbang-nimbang beberapa saat lamanya. Tak apalah, putusnya kemudian dalam hati. Toh, cuma nomor WA. Bisa sekadar kusimpan saja. Aku sama sekali tidak mempunyai kewajiban untuk menghubungi mereka, batinnya berkeras hati.
“Terima kasih,” ucapnya singkat.