Pernah suatu malam, mimpi istri melahirkan bayi kembar langsung bikin aku terbangun dengan deg-degan. Aku ingat betul suasana mimpinya yang begitu hidup—cahaya hangat, tangisan bayi, dan senyum lega di wajah istri. Esoknya, aku iseng buka forum spiritual dan ketemu cerita orang yang dapat rejeki nomplok setelah mimpi serupa. Tapi, apakah itu kebetulan atau pertanda? Aku mulai ngubek-ngubek literatur budaya: dalam tradisi Jawa, mimpi melahirkan sering dikaitkan dengan 'wilujeng' (keselamatan) dan datangnya berkah. Sedangkan di Tiongkok, ada kepercayaan bahwa mimpi bayi laki-laki simbol rejeki naik. Tapi yang bikin aku penasaran, kok bisa otak kita menghubungkan dua hal yang secara logika enggak nyambung? Aku malah nemuin penelitian tentang 'dream incubation'—konsep bahwa mimpi bisa jadi refleksi harapan atau kecemasan bawah sadar. Jadi, mungkin saja mimpi ini muncul karena kita lagi gencar ngobrolin planning finansial atau punya ekspektasi tertentu.
Terus terang, aku sendiri lebih percaya bahwa mimpi itu cermin batin, bukan ramalan. Tapi yang menarik, respons kita setelah mimpi itu justru bisa bikin 'rezeki' datang. Misalnya, karena semangat dapat 'firasat baik', kita jadi lebih produktif atau berani ambil peluang. Jadi, hubungannya lebih ke psikologis ketimbang mistis. Kalau dipikir-pikir, dulu nenek suka bilang, 'Mimpi itu bahasa alam bawah sadar, tapi rejeki tetap hasil usaha.' Jadi, daripada sibuk menafsir, mending siapkan diri menyambut apapun yang datang—entah itu rejeki atau tangisan bayi beneran!