Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Cold Daddy

My Cold Daddy

Mia pun hanya menatap Mila dengan tatapan bingungnya. "Apa judulnya?" Tanya Mia. "Unforgettable Love. Cerita duda anak satu---" Kedua mata Mia pun melotot lebar. Ia langsung memukul lengan Mila. "YAK! KENAPA KAU MEMUKULIKU?" Kesal Mila.
1014.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 422 Beses bilang album coldplay mylo xyloto
Read
+Library
Love Me

Love Me

Setelah akhirnya ia merasa mampu untuk membuka usahanya sendiri. 'Moonlight Star' adalah nama jasa EO nya. Berkembang dengan bagus karena keahlian dan kepiawaiannya mengelola usahanya. Clara tidak sendirian,tapi ia di bantu oleh asisten sekaligus teman satu apartemennya sekaligus sahabatnya. Awalnya Clara merasa kesepian tinggal sendirian. Lalu ia mencoba untuk menyewakan salah satu kamar di apartemennya. Lalu berjumpalah Clara dengan Cleo,gadis kota yang berusaha untuk mandiri. Clara memiliki bakat terhadap fashion,sedangkan Cleo memiliki kemampuan untuk membuat party yang luar biasa.mereka menggabungkan keahlian mereka sehingga mereka yakin untuk bekerja sama membangun ' Moonlight Dream'.
2.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang album coldplay mylo xyloto
Read
+Library
Crash Melody

Crash Melody

katanya. Zevan terbahak. “Yaelah, gue serius,” kata Zevan, “belakangan ini, gue kepengen bikin chanel youtube pribadi begitu. Gue pengen nyanyiin lagu-lagu Evolution versi mellow. Nah kan nggak mungkin tiap gue mau bikin konten manggil lo dulu. Iya kalo lo lagi free. Kalo nggak?” Jojo mengangguk-angguk. “Iya juga sih,” katanya.
3.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 137 Beses bilang album coldplay mylo xyloto
Read
+Library

Mga Madalas Itanong

Menggali arsip musik Coldplay selalu membawa nostalgia tersendiri. 'The Scientist' adalah salah satu lagu paling ikonik mereka, dan ternyata berasal dari album 'A Rush of Blood to the Head' yang dirilis tahun 2002. Album ini menjadi titik balik bagi Coldplay, menandai transisi mereka dari sound indie-rock awal ke era yang lebih eksperimental. Lagu ini sendiri punya ciri khas dengan piano melankolis dan lirik yang dalam, sering dianggap sebagai mahakarya Chris Martin.

Yang menarik, 'A Rush of Blood to the Head' juga memuat hits lain seperti 'Clocks' dan 'In My Place'. Album ini seperti kapsul waktu yang menyimpan emosi remaja banyak orang. Dulu sering kuputar ulang-ulang sambil merenung di kamar, dan sampai sekarang chord-chordnya masih terngiang jelas.

Maaari mong magustuhan
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status