JODOHKU DOSEN HYPER
Mata Velove semakin sayu, dia menggigit bibir bawahnya menahan desahan yang akan kembali keluar.
"Al..... jari kamu....."
"Eungh ....."
Altares melahap benda kecil yang berdiri tegak di dua gunung Velove. Bergantian dan bahkan sesekali menariknya. Dan itu membuat Velove semakin kelabakan.
Perlahan gerakan di bawah juga semakin menggila. Bahkan tak hanya naik turun tapi juga memutar. Membuat bagian inti itu berkedut sejak tadi. Tapi Altares sengaja membuat Velove memohon kepadanya.