Gemintang
Satya tersenyum tenang.
“Iya, Pa. Aku paham, maaf kalau mood jelekku aku bikin yang lain nggak nyaman,”
“Nggak apa-apa, sekarang kamu mandi ya. Atau kalau masih mau, susul berenang teman-temanmu yang lain, abis itu kita makan malam bareng. Oke?”
Narthana mengangguk. Sepeninggal Satya, ia mengecek ponselnya dan sama sekali belum ada balasan dari Elia. Akhirnya ia memutuskan untuk menyusul teman-temannya untuk berenang.
Hot Chapters