Ada satu metode yang sering kupakai untuk menghafal 'Alif Lam Mim' dengan lebih mudah, yaitu dengan memahami makna dan konteksnya terlebih dahulu. Surat ini memang singkat, tetapi punya kedalaman makna yang luar biasa. Aku biasanya membaca tafsirnya dulu, biar nggak sekadar hafal hurufnya tapi juga 'nyambung' sama pesannya. Setelah itu, baru aku mulai menghafal per ayat sambil mendengarkan murottal dari qari favoritku, Misary Rasyid. Irama tartilnya bikin ayat-ayat itu lebih mudah nempel di kepala.
Selain itu, aku juga sering menulis ulang ayat-ayat tersebut di buku catatan khusus. Aktivitas menulis membantu ingatan visualku, apalagi kalau pakai spidol warna-warni buat membedakan tajwidnya. Terakhir, aku selalu mengulanginya sebelum tidur—kata penelitian, otak lebih mudah menyimpan informasi yang diulang di waktu-waktu tenang seperti itu. Hasilnya? Dalam dua minggu, hafalannya udah lancar banget!