Om Duda!
Sudah ada banyak sekali korban demam berdarah yang meninggal dunia karena terlambat di tangani oleh pihak medis.
"Ayah kira ini cuman sakit biasa, tapi semuanya di luar perkiraan."
Dina melepaskan pelukannya, menatap Doni dengan kedua pipi yang basah dan memerah karena menangis, juga dengan bibir yang dikerucutkan. "Ayah selalu kaya gitu!"
Doni menoel ujung hidung Disya yang memerah. "Maaf ya ... Queen."
"Ayah juga harus minta maaf sama Mbak Naisya, Bang Sam, Bunda, Tante Gina ... semuanya khawatir sama Ayah, tahu!"