DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU
Plafonnya menjulang tinggi, menampilkan lampu gantung kristal yang elegan.
Furniturnya ditata layaknya sebuah mahakarya.
Tanpa sadar, bibir mungilnya berucap pelan, meresapi keindahan estetika tempat ini.
Sadewa berdiri di belakangnya, kedua tangannya masuk ke saku celana bahan, tersenyum puas memperhatikan reaksi Rania.
"Kamu menyukainya?"
Rania menoleh.
"Ini... tempatnya indah banget, Mas. Rumah siapa ini?" tanyanya tanpa menghentikan sapuan pandangannya pada lukisan-lukisan abstrak di dinding.