Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
kata Ikato pelan, “dibangun oleh ayahmu, empat tahun sebelum kecelakaan itu. Waktu itu, dia bilang ingin menciptakan perusahaan yang bisa membantu banyak orang, bukan sekadar mencari keuntungan. Dua tahun berdiri, perusahaan ini langsung maju. Dia sangat jenius dalam bidang obat-obatan. Bisa dikatakan bisnis yang kami jalankan sangat berbeda.”
Amora menatap gedung itu dengan mata berkaca-kaca.
“Amor... diambil dari namaku?” suaranya lirih.
Ikato tersenyum lembut, menahan air mata yang mulai menggenang di sudut matanya.
“Iya. Amor berarti cinta. Hiroto menamainya seperti itu karena kamu adalah cinta terbesar dalam hidupnya.”
Kata-kata itu seperti merobek perasaan yang paling dalam.