Ok, Aku Nyerah Bos!
kataku, kesal.
“Tapi gak dicubit juga, dong, Na. Dicium, kek, atau di–”
“Di apa, huh! Gak usah ngarep, deh,” kataku makin galak.
Tama terkekeh sambil menyodorkan gelas berisi air minum kepadaku. Aku menerimanya dan menegaknya sedikit. Perutku udah begah, terlalu kenyang.
“Jadi, maksud kamu apa, Na? Siapa yang kamu sebut pria mesum? Dan, alasan apa yang membuatmu menyebutnya pria mesum? Apa jangan-jangan dia sudah melecehkan mu?”
Hot Chapters