LOVELY MAN
teriaknya geram, sepertinya tawaran yang tadi dia sebutkan bukanlah isapan jempol belaka tapi tawaran sungguhan, dan itulah yang membuat Bhara makin naik pitam.
"Tawaran baik-baik? Baik-baik?Sampah masyarakat kayak lu ternyata juga nggak bisa pake otak, ya!"
Tak terhitung lagi sudah berapa puluh kali Bhara menggunakan tinjunya akhir-akhir ini, dan mau tak mau dia harus melakukannya lagi. Dalam sekejap, meja-meja di kafe itu menjadi ring tinju. Tubuh Bimo terpental kesana kemari, hidungnya banjir darah, matanya pun terluka. Dan hal yang sama pun menimpa Bhara, dia tak lepas dari serangan balik yang membuat pipinya lebam, hidung dan bibirnya pun berdarah, entah bagaimana nanti dia akan menjela
Hot Chapters