Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

ISTRI BARU MANTAN SUAMIKU

I'm waiting for that. ***
10111.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Di ujung penantian

Di ujung penantian

Hima terus menolak, walau sebenarnya Ia yang mentraktir Rindu sesuai janji Hima saat mengajak janjian dengan Rindu. “Baiklah, tapi lain kali jangan menolak.” Hima hanya mengangguk pelan, lalu berjalan menuju kasir untuk membayar tagihan soto dirinya dan Rindu, sahabatnya. Sedangkan Angger masih setia berdiri di belakang Hima untuk bergantian membayar tagihan makannya sendiri. ***** “Bos.” “Ya, Ga.” Sahut Erlangga tanpa menoleh pada asistennya tersebut. Jemarinya masih sibuk menari diatas keyboard laptopnya.
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Penantian Yang Tak Kunjung Kembali

Sorot matanya penuh kelembutan. Aku menahan rasa perih di dada, tapi tetap mengirim pesan pada Jeff. [Hari ini ulang tahun Joel, kamu ada waktu malam ini?] Melalui lorong, aku melihat dia mengambil ponselnya, tak sampai tiga detik, dia meletakkannya lagi. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya. Melihat layar pesan yang tidak mendapat balasan, aku hanya bisa tersenyum pahit.
55.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Ia bahkan memberiku segelas kopi yang terasa hangat di tangan dinginku yanh masih merah berkat boneka salju yang kubuat bersama Banyu. Kuharap, ia segera bertemu dengan Ken karena aku percaya Rose pasti akan melakukan apa yang ku minta. "Thank you, Sir." Aku tidak tahu akan butuh berapa jam sampai ada orang dari ICE (US Immigration & Customs Enforcement) datang, atau mungkin setelah hari berganti? Tapi, aku harus sabar menunggu dan terus memegangi gelas yang mendingin meski tak kuminum. "Anda mau tambah, Ma'am?"
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Friend With Benefit

Friend With Benefit

Jika ia menolak bantuan dari Bastian, akankah Mecca mampu memberikan uang kepadanya tepat waktu? “Saya mohon beri waktu satu minggu lagi. Saya janji akan membayarnya,” kali ini Mariam yang buka suara. Kedatangan debt collector yang secara tiba-tiba, ditambah Bastian yang seakan menjadi pahlawan membuat Mariam sulit untuk mengambil keputusan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Wait At 24

Wait At 24

Usapan itu sekarang hanya terasa seperti belas kasihan dan mewakili perasaan Riki padaku "kamu memang bodo Ya" "Bang Adjie, aku boleh nangis gak sekarang?" gumamku dalam hati. Riki manusia biasa, yang mampu membuat komitmen dan melanggarnya. Dia manusia normal yang belum sanggup menunggu terlalu lama dalam kesendirian. Aku membebaskan Riki mencoba semuanya dan masih meyakini komitmen dengan harapan saat dia kenyang akan pencariannya dan rasa sakit mengenai sebuah hubungan dia akan kembali. Apapun yang dia lakukan, 24 adalah angka yang tepat untuk menunggu jawabannya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Waiting For Ending

Waiting For Ending

Aku menunggu hampir 15 menit lamanya ada rasa jenuh dan bosan. "Kemana si? Ko, lama banget ya?" gerutuku sambil menengok kanan kiri. "Ah itu dia." Di perjalanan hampir memakan waktu 30 menit. Sebelum aku menemui mama aku pergi dulu ke administrasi untuk meminta persetujuan menunggak beberapa minggu. Namun, dari pihak administrasi hanya memberi selama 4 minggu saja untuk menunggaknya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Saat Cecil pergi, ingatan yang paling sering terlintas dalam benak Bryan adalah saat Cecil bernyanyi di asrama putra hari itu sambil memetik senar gitar. Saat itu hujan turun dengan sangat deras. Bisa-bisanya Bryan sekejam itu membiarkan Cecil menunggu di tengah hujan sepanjang malam? Ternyata manusia memang bisa sejahat itu. Mereka tidak menyadari apa yang paling berharga sampai mereka benar-benar kehilangan. Seandainya Bryan bisa memutar ulang waktu, dia pasti akan menghargai arti kehadiran Cecil dan tidak akan pernah membiarkan wanita itu menangis lagi.
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Hold off

Hold off

Terkadang niat baik seseorang rusak demi atensi, pujian, dan 'wah' Seperti 'wah dia ke makan Yama' 'wah dia seperti idola A yang mengenakan drees putih milik LV' 'wah selebriti B datang mengenakan mantel Gucci' 'wah walau diambil dari tempat yang sama, hasil foto seleb A dan B berbeda. Yang satu terlihat swag, yang satu kalem' dan lain sebagainya.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
My Wish

My Wish

Hadiah yang didapatkan oleh Steve bahkan mencapai sembilan puluh tujuh dollar. "Lihat, angka yang bagus bukan? Karena aku telah menyelamatkan siaran langsungmu, kau harus membayarku, aku akan mengirimkan nomer rekeningku nanti" Lorent tersenyum kepada Steve yang bingung harus bersikap bagaimana. Sementara Audrey masih duduk di tempat yang sama dengan es coklat ditangannya, ia sibuk mengirim pesan dengan seseorang dan mengabaikan Steve serta Lorent yang ada disekitarnya.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai worth the wait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu kutipan dari novel 'Norwegian Wood' karya Haruki Murakami yang selalu membuatku merenung: 'Jika kamu benar-benar mencintai seseorang, kamu akan belajar menunggu. Seperti hujan di musim kemarau, seperti musim semi setelah musim dingin.' Rasanya begitu dalam karena menunggu bukan sekadar diam, tapi proses pengharapan yang aktif. Dalam komik 'Orange', tokoh utama menunggu surat dari masa depan, dan setiap halamannya mengajarkan bahwa ketidakpastian adalah bagian dari keindahan hidup. Aku pernah menunggu seseorang selama tiga tahun, dan meski akhirnya tidak sesuai harapan, proses itu justru mengajariku arti kesabaran.

Salah satu dialog di anime 'Clannad: After Story' juga menggigit: 'Menunggu itu sakit, tapi lebih sakit jika berhenti menunggu.' Kalimat ini seperti tamparan—kadang kita terus menunggu bukan karena yakin, tapi karena berhenti berarti mengakui bahwa harapan itu sudah mati. Di game 'The Last of Us Part II', Ellie menunggu pembalasan dendam, dan pacing-nya yang lamban justru membuat pemain merasakan beban psikologisnya. Menunggu memang selalu tentang dua sisi: kelelahan dan kemungkinan.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status