Anara
Membingkai wajah gadis itu dengan kedua tangan.
“Lo, mau gua bunuh ketiga orang itu? Biar lo bisa tenang? Lo tau kan, gua bisa lakuin apapun, demi lo!” Anara terdiam, mendengar ucapan Bara. Perlahan cengkeraman gadis itu pada tubuh Bara, melemah dan dia terkulai lemas.
“Lo, enggak tau, apa yang udah terjadi Bar!” Ucap Anara disela isak tangisnya. Rasa sesal, kini lebih kuat dibandingkan rasa marahnya pada Bryan dan teman-temannya.
Hot Chapters