Pijatan Nikmat Sang CEO
Nathaniel bangkit dari bangku, mengulurkan tangannya kepada Arissa.
"Mau berjalan-jalan lagi?" tawarnya.
Arissa menerima uluran tangan itu, dan mereka kembali menyusuri jalan setapak taman yang mulai lengang. Sekelebat kenangan masa lalu dan harapan masa depan menari-nari dalam benak mereka.
"Kau tahu," kata Nathaniel memecah keheningan, "banyak orang mengatakan bahwa setelah menikah, romantisme akan memudar perlahan-lahan. Tapi aku merasa justru sebaliknya dengan kita."