Balada Asmara Biduan Dangdut
Di bawah meja aku injak kaki Mami.
“Iya, Dewik, tadi terapis yang mijat pacarmu ini namanya Toni. Aman kok pokoknya.”
“Oh, baiklah.” Dewik menggeliat. Sepertinya dia puas dengan service pijat di tempat ini. “Yaudah, pulang yuk. Aku jadi ngantuk nih. Mau istirahat,” lanjutnya.
“Siap, Boss!!”
Kami pun bergegas pamit. Mami mengatakan hal yang menjadi standar dari pelayanan, “Besok-besok harus mampir ke sini lagi, ya.”