Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Mas, aku mau coba yang kamu.”
Belum sempat tangannya bergerak, Arvendra sudah menjauhkan cup cappuccino itu, refleks.
“Nggak boleh.”
“Kenapa? Sedikit aja.” Anindya langsung cemberut.
“Ada kopinya,” jawab Arvendra tegas. Terlalu tegas untuk urusan gelato.
“Kan cuma satu sendok,” debat Anindya.
“Nggak,” ulang Arvendra tanpa ragu. “Sekarang kamu minumnya strawberry, vanila, atau apa pun yang nggak ada kafeinnya.”