Hati yang Tak Direstui
ucapnya ramah, sambil bangkit untuk menyapa Nura.
“Hi… iya, maaf ya agak lama, tadi ada urusan kecil dulu di kelas,” jawab Nura sambil tersenyum malu.
"iya gapapa ra, santai aja kali", lalu mereka duduk, dan Arthur langsung memanggil pelayan.
“Satu cappuccino untuk saya… dan satu latte manis untuk teman saya,” katanya sambil tersenyum pada Nura.
Hot Chapters