Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus
“Bukan, Uncle. Tenang saja. Di hati dan pikiranku cuma ada Diana. Tidak ada ruang untuk yang lain.”
“Sudahlah, aku lapar. Debat denganmu tidak ada habisnya,” gerutu Denver sambil berdiri, meski hatinya sedikit lega mendengar jawaban Dhava.
Keduanya melangkah menuju ruang makan yang riuh. Dhava yang melihat wajah-wajah ceria anak-anaknya langsung bertanya, “Ada apa ini? Sepertinya ada rencana besar?”
Myesha melirik Davira dengan senyum kemenangan. “Mau jalan-jalan ke agrowisata Opa Buyut Denis, Pa! Boleh, ya?”