Antara Cinta dan Luka
Aroma kopi tubruk, pisang goreng, dan kertas printer panas menyelimuti udara.
Naya duduk di ujung meja, hoodie abu-abu Juilliard, rambut diikat tinggi, cincin tunangan berkilau di jari manis. Rian di sampingnya, kaus hitam polos, mata cokelat dalam. Maya di sebelah kiri, gaun batik hijau motif parang, gitar kayu tua di pangkuan. Lara di kursi tinggi, kaki bergoyang, piala Grammy kecil di tangan. Ratna di kursi roda, tongkat kayu jati di samping, tapi matanya tajam seperti pengacara.
Rian buka rapat, suara rendah tapi tegas. “Triple deadline: Grammy 2.0 perform Bali Rain dengan Lara solo Best New Artist, Broadway audisi Lara 1 Juni, dan pernikahan 14 Februari—sebelas hari lagi.”