Lelaki Pilihan Surga
Citra menggelengkan kepala, sadar bahwa sahabatnya itu kembali pada kebiasaannya, lupa.
“Oh ya. Aku sampai lupa. Aku mau menyampaikan, salam rindu seseorang untukmu, Ibu dosen cantik,” ujar Aara, tersenyum, menggoda.
“Ehm, mulai lagi deh.” Citra memegang kepala, sedang Aara semakin tersenyum lebar, masih mengejek.
“Kalau kamu cuma mau membahas Pak Restu, aku pergi lho!” lanjut Citra.
Hot Chapters