Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Mas, Baksomu Ngangenin

Mas, Baksomu Ngangenin

Raka tiba dan duduk di sisi Rumala dengan wajah masam. “Kamu ngapain di sini?” tanya Raka. “Makan bakso lah,” jawab Rumala ketus. “Emang harus di sini, ya? Kan banyak lapak lain yang lebih enak, tempatnya luas. gak sumpek kayak di sini,” lontar Raka sinis. “Kamu apa-apaan sih? Kalo mau cari ribut jangan di sini, bikin malu aja,” balas Rumala.
201 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Balas Arthur semakin seenaknya. "Hahh?! Gila nih orang!"
10604 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Dear Suami Butaku

Dear Suami Butaku

Skandal tentang Bintang yang berprofesi ganda menghilang, tidak terdengar sedikitpun, digantikan dengan informasi mahasiswa baru yang ternyata salah satunya adalah artis. Siang ini, Bintang bisa menikmati bekalnya dengan Wina di gazebo. Semilir angin menggerakkan rambutnya. Matanya sedikit menyipit karena teriknya matahari. Namun, dia merasakan kedamaian. “Ternyata bertemu dengan dekan dan Pak Teguh benar-benar bisa menghapus isumu,” ucap Wina kagum. Tangannya sibuk mengupas udang dan mulutnya tidak berhenti mengunyah.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

Pendekar Iblis (Warisan Iblis Tanduk Api)

ucap Raja Baka. "Tidak masalah, siapa pun yang mengganggunya akan mati di tangannya dengan mudah," kata Bima. Raja Baka terkejut. "Apakah, nona Arimbi sudah naik ke Ranah Keabadian?" tanya Raja Baka.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Mon Amour

Mon Amour

Mana yang menunjukkan ia seorang Baka? “Adik kecilku yang berumur enam belas tahun juga tahu jika kau itu Baka! Lihat! Jika kau jenius seperti yang selalu kau banggakan, tak mungkin kalian akan menderita seperti ini!” Jika boleh jujur, Rizu yang emosi sama sekali bukan tandingan Avan dalam berdebat. Avan merasa jika kekuatannya sebagai seorang pria mnguap begitu saja saat menghadapi Rizuki dalam mode hipertensi. Namun, ia bisa apa? Salahnya juga yang pertama kali memancing emosi wanita di hadapannya itu.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Ditikam Cinta

Ditikam Cinta

ujar Bora “Apa seperti babu?” tanya Ika, lalu Ika langsung menundukan kepalanya. “Ahhh kalau begitu saya permisi, jangan lupa di makan ya.” Ujar Ika “Ahhh pasti saya akan makan, sekali lagi terima kasih.”ujar Aarav Lalu Ika berjalan pergi dari sana, Dan saat Ika masuk Bora langsung memukul pantat Ika, “Mandi dulu baru berkeliaran.” Ujar Bora
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Bentak Andara. Bekasan? Alea menyebut Ariana seperti barang bekas! Alea berdiri merentak. "Kalian kenapa, sih?! Aku kan hanya bicara kenyataan! Kenapa harus membentakku, Pa?!" Teriaknya marah. "Bahasamu kurang baik, Nak. Kenapa Kamu bilang Tante Ariana itu bekasan?" Kata Artika dengan kelembutan yang sama. "Memang ngaco!" Omel Axel gemas.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

“Kenapa Mas Atha marah? Ara bikin salah apa?” “Ala… betatak towel Mas Atha.” Kening Arjuna mengernyit. ‘Betatak, kata dari planet mana itu?’ Pikir Arjuna. Melihat kebingungan di mata Arjuna, Cakra terkekeh. “Ara jahil ya sama Mas Atha?” Ara mengangguk pelan. “Mas Atha bikin towel, telus Ala tambah satu balok… telus betatak deh. Mas Atha malah."
9.99.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai arti baka
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status