Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahim Terakhir di Sektor 7

Rahim Terakhir di Sektor 7

Ucapan Arthur memang menusuk, tapi Aruna tak punya alasan untuk menyangkalnya. Baskara tiba-tiba bertepuk tangan sekali, suaranya bergema nyaring di ruangan besar itu. "Bagus." Arthur menoleh, keningnya berkerut tipis. "Apa yang bagus?" "Aku dapat ide!" pekik Baskara. Barkie menyeringai lebar. "Wah, kalau Ayah bilang begitu, biasanya ada korban." Baskara mengabaikan sindiran itu, tatapannya beralih menunjuk Dante dan Aruna secara bergantian. "Kalian berdua mulai sekarang latihan."
10751 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Pacarku, Artis

Pacarku, Artis

ucap wanita itu mengelak tapi tersenyum. “Benerkan kamu bakat jadi artis, sutradara tadi itu terkenal bawelnya, tapi dia aja terpesona sama kamu,” puji Adrian sambil meraih jemari Jessica. Tangannya masih dingin dan pipinya memerah. “Kamu masih pusing ya?” tanya Adrian karena Jessica tidak menjawab. “Iya…aku nanti minum obat, sekarang kita ke rumah sakit,—”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

“Aku janji, Lia. Aku nggak akan mengecewakan kamu.” Mata Lia berkaca-kaca. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia merasa yakin dengan keputusannya. Raka duduk di bangku taman dekat rumahnya, memainkan bola basket kecil yang dibawanya dari rumah. Di depannya, Arini duduk sambil membaca buku. “Kenapa sih kamu selalu bawa bola itu?” tanya Arini sambil tersenyum.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Antara Benci dan Cinta

Antara Benci dan Cinta

Dia butuh sebuah batu loncatan agar bisa kembali populer. Orang yang cocok untuk dijadikan batu loncatan adalah Bryan. Ketika Bryan sudah sampai di rumah Becca, Becca mengenakan pakaian yang menurutnya bagus. "Bryan, kamu sudah datang." Bryan terlihat tidak peduli, dia justru meminta ponsel Becca. Bryan membaca riwayat chat antara aku dan Becca. Setelah membaca isi chat, Bryan merasa sangat marah hingga tubuhnya gemetar.
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Rahim 1 Miliar

Rahim 1 Miliar

Krek Pintu terbuka dan semua harapannya sirna seketika, bahkan terbersit rasa kecewa di hatinya ketika tidak menemukan Ashana di balik pintu itu. Caraka menyipitkan matanya menatap wanita yang sudah muda yang membungkuk padanya, “Siapa kamu?” tanyanya. Art itu segera menjawab, “Saya art baru Pak, Buk Bellanca yang mengirim saya kesini”
1015.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 622 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

goda Arlan dengan kerlingan mata yang nakal. "Estetik dari mananya?! Itu saya mangap kayak ikan kena pancing, Arlan!" balas Keyla dengan nada merajuk yang justru terlihat sangat imut. Baskara berdeham keras, mencoba mengalihkan perhatian dari layar yang masih menampilkan adegan Keyla mengucek mata sambil menguap lebar. Dia meletakkan kotak martabaknya di atas meja taman dengan canggung.
716 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

#Testpack (97) Test Pack ART-ku -Pembuktian Cinta Saga.- “Jujur abang menyesal karena ini merusak citra Abang. Abang nggak tahu siapa model-model yang begitu karena Abang memang nggak pernah tertarik mengetahui dunia entertain.” “Abang masih berhubungan dengan dia?”
9.379.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Skandal Panas: Akan Kubuat Mereka Menyesal!

Skandal Panas: Akan Kubuat Mereka Menyesal!

"Bajingan sialan!" tbc
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Ia pasti belum fit. “Wah tentu saja boleh, Om. Malah Huma seneng jadi ada temen cewek di rumah. Biasanya kan cuma sama Uqi,” ucap Mba Huma seraya melirik ke arahku, membuatku sedikit salah tingkah karena Om Aryo pun ikut menatapku. “Uqi, nitip Bia, ya,” ucap Om Aryo sambil tersenyum kepadaku. Pria paruh baya itu memang selalu ramah saat bertemu denganku.
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai arti baka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status