Gunung dan Sungai Takkan Bertemu Lagi
Dia terpaku menatapku, seolah memahami sesuatu, air matanya mengalir deras.
"Nyonya, selamat jalan."
Saat itu, dari depan gerbang vila terdengar keriuhan suara, disusul suara berat yang sangat kukenali. "Lina, aku akan menjagamu seumur hidup seperti mendiang adikku menjagamu dulu. Mulai sekarang, ini adalah rumahmu."
Di tengah kebisingan itu, napasku perlahan berhenti di atas tempat tidur. Sejak saat itu, tidak ada lagi suaraku yang keluar ....
Hot Chapters