RITUAL GUNUNG KEMUKUS
“Ho oh! Kita barusan pasti lagi mimpi. Lima menit bisa sampe sini. Gila!”
Mereka memanggil pelayan yang kebetulan melintas untuk memesan minuman dan kudapan. Setelah pesanan tercatat dan pelayan berlalu, kedua sahabat ini menatap lurus ke arah Gunung Kemukus.
“Apa perlu kita ke sana lagi?” tanya Saimah dengan pandangan tanpa kedip.
“Untuk apalagi? Belum weton.”
“Aku mau tanya kuncen. Kamu yang cari tumbal, ‘ia’ bahagia. Kenapa aku kena getahnya?”