OBSESI BARA
Menatap ke depan setelah selesai mengobati luka Laila.
"Apa?"
"Kenapa setiap bertemu dengan saya, Anda menyebut nama Bara?"
Laila terdiam, mengatup bibirnya rapat-rapat.
"Padahal nama saya Arya, bukan Bara."
"Karena kalian sama-sama memiliki wajah yang sama. Suara yang sama dan kepribadian yang sama," ucap Laila dalam hatinya.
"Sebaiknya kita mengobrol sambil berjalan, bagaimana?"