Sentuhan Panas Ayah Sahabatku
"Iya. Meski nggak bisa ketemu langsung dan hanya lewat mimpi, tapi seenggaknya sedikit mengurangi rasa rindu."
"Selain itu, seperti yang aku bilang tadi. Ucapan mereka cukup untuk aku kembali melangkah dan mengejar ketinggalan bersama kamu dan anak-anak tanpa harus melepas mereka berdua," lanjut Andini.
Satria menganggukkan kepalanya perlahan. "Makasih, An. Itu udah cukup buat saya tenang sekarang. Kamu, Siska, Arka, dan Rosa," ucapnya.