KINASIH
Semua kenangan itu, muncul ke permukaan karena tingkah Eko yang tak senonoh terhadap dirinya.
Asih terus melantunkan dzikir, mengulang do'a dan menangis. Tangis takut akan dosa, tangis karena perjalanan hidup, juga tangis karena trauma dan ketakutannya. Hingga azan subuh berkumandang, Asih lanjut mendirikan kewajiban dan tak lama setelahnya, Ijah bangun dengan senyuman cerah.
"Nduk, nanti jadi kan?" Ijah duduk di tepi ranjang, menatap cucunya dengan penuh harap. Asih mengangguk lalu menatap kepergian Ijah yang hilang di balik pintu.
Hot Chapters