Pesugihan Kandang Bubrah
Suryanto Cendana berjalan menuju Arif dengan langkah tegap.
"Arif," kata Suryanto, matanya memandangnya tajam, "Kamu berhasil. Gudang ini luar biasa, aku tak menyangka kamu bisa melakukannya." Pria itu mennepuk-nepuk bahu Arif dengan senyum merekah di wajahnya.
Arif tersenyum, meski ada ketegangan yang terpendam. "Terima kasih, Pak Suryanto. Saya hanya ingin membuktikan bahwa saya lebih dari sekadar orang biasa."