Pembalasan Dewa Perang
Ansel terpojok, tapi tak pantas rasanya dia dipanggil Dewa Perang, jika untuk menghadapi se-uprit manusia ini saja dia tidak mampu.
Teknik bertarung Ansel tak main-main. Walaupun dia sedang menghadapi orang-orang terlatih yang dikirim secara khusus, dan terus melayangkan serangan, Ansel tak merasa takut atau terpojok.
Dengan kekuatannya, dia bisa membalikkan mereka semua, mematahkan tangan dan kaki mereka.
Bahkan, dalam waktu beberapa menit, suara patahan tulang itu terdengar seperti alunan nada yang mengerikan.