Kembalinya sang Dewa Perang
Darah Asura itu berdiri setinggi tiga meter, darah segar terus menetes dari tubuhnya, membentuk genangan hitam di pualam putih.
“Pergi!” bisik Lucas. Ia menggigit ujung jarinya hingga putus, lalu dengan satu jentikan, ia menembakkan setetes darah emas, inti terakhir dari esensi darahnya ke dahi sang Asura.
Tetesan darah itu mendesis saat menyentuh dahi monster itu, yang kemudian meraung.
Roaaarrr~
Raungan itu bukan suara binatang, melainkan suara dari ribuan jiwa yang tersiksa. Keenam matanya yang kosong kini terkunci pada Nathan.
Bab Populer