Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
2nd (second)  Destiny

2nd (second) Destiny

Jangan harap bisa melihat sinar matahari terbit di keesokan harinya jika berani mengganggu manusia yang bejuluk titisan Lucifer itu. “Hari ini adalah hari terakhir Klan Hargov ada di muka bumi ini dan hari ini pula kerjaan Hargov yang begitu di sanjung dan di junjung tinggi akan luluh lantak di tanganku. Luke Hargov, nikmati detik-detik terakhirmu. Aleesha, akan kubalaskan dendammu.” ***
1014.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR

dunia sekarang dan abad ke-19 kini bertabrakan, semua mulai berubah dan berganti-ganti, semakin cepat dan semakin cepat. Suara dentuman berulang-ulang menggebu-gebu, hujan petir semakin deras, langit terbakar oleh api dan pecah, angin kencang berhembus menyelimuti tubuh mereka. Dunia sedang dalam ujung kehidupannya. hadirnya Hina yang kembali bertemu dengan Arga membuat dunia kehilangan keseimbangannya. Kedua zaman bertabrakan dengan cepat. langit mulai pecah sedikit demi sedikit, bangunan dan alam sekitar mulai hancur berhamburan, tanda ujung dari dunia. "Hina..." Arga berusaha mendekat kepada hina yang sekarang ada beberapa meter di depannya.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

"Aku baru saja dapat kabar dari serigala yang berpatroli di perbatasan utara kita. Kita punya masalah." River berusaha memasang wajah tanpa ekspresi, tapi itu kabar buruk. Perbatasan utara yang dipakai bersama dengan kawanan yang dikenal sebagai Serigala Menangis, yang namanya tidak didapatkan karena mereka pengecut. Mereka sekelompok pelolong ganas ketika mereka bertekad. Sambil menarik napas dalam-dalam, dia berjalan ke belakang mejanya, duduk, dan berkata, "Ceritakan semuanya."
744 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Setelah Segalanya Hancur

Setelah Segalanya Hancur

Semuanya hancur di dalam diriku, dan yang tersisa hanyalah abu. Semua orang tahu. Semua orang kecuali aku. Tidak ada lagi yang bisa diperjuangkan. Tidak ada lagi yang bisa dimaafkan. Saat aku berbalik untuk pergi, aku menatapnya sekali lagi. Dia tertawa, dan lengannya melingkari bahu Karina. Aku berbisik, "Selamat tinggal, Dirga Valendra. Tidak akan pernah ketemu lagi." Beberapa jam kemudian, saat dia bermain dengan si kembar, ponselnya berdering.
9198.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ardi kembali ke NICU, tempat ia menemukan Raka yang baru tiba. “Kau terlihat seperti mayat hidup,” kata Raka pelan. “Aku baru tahu kebenaran yang mengerikan,” bisik Ardi, menceritakan penemuan logbook dan zat kimia mematikan itu. Raka terdiam, wajahnya mengeras. “Dia bukan hanya gila, Ardi. Dia jahat. Dia pantas mendapatkan hukuman maksimal.”
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

“Ini tentang harapan terakhir Negeri Malam. Tentang hidup… atau lenyap.” Azerith menarik napas panjang, lalu mengangkat pedangnya dengan kedua tangan. Bilahnya meraung—bukan seperti pedang biasa, tapi seperti angin topan yang menyeringai. Lidah api menjilat udara, menari-nari liar di sekitar bilah itu. “Kalau begitu,” katanya pelan, suaranya berubah menjadi datar dan dingin, “mari kita selesaikan ini… Naga Terakhir.”
1030.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Tangannya kananya lalu meraih tengkuk mulus wanita yang menguji kesabarannya. Mendekat, semakin dekat. Rena sudah kehabisan tenaga. Ia pasrah. “Mahen, tolong aku,” batinnya penuh harap. BRAK! “BEDEBAH!”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Bab 19: Akhir dari Kegelapan Matahari mulai terbenam di horizon, memancarkan cahaya oranye yang lembut ke seluruh permukaan tanah yang sebelumnya terpecah-pecah dan rusak akibat pertempuran besar yang baru saja terjadi. Haneul berdiri di atas reruntuhan altar, tubuhnya masih gemetar meskipun ia tahu bahaya besar telah berhasil dihindari. Di sebelahnya, Jaewon masih terengah-engah, melawan kelelahan yang menghimpit tubuhnya. Namun, meskipun tubuh mereka lelah, di dalam hati mereka ada perasaan yang lebih kuat—perasaan bahwa ini mungkin bukanlah akhir, tetapi awal dari sebuah perjalanan yang lebih besar.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Ia berdesis… suara seperti angin berhembus melalui tengkorak kosong. > “Rezzaaaa…” Reza menutup telinganya. Ia menangis, tubuhnya menggigil ketakutan. Ki Harjo memukul tanah dengan seikat akar sambil mengucapkan satu mantra terakhir. Cahaya mendadak memancar dari lingkaran garam, dan makhluk hitam itu memekik—suara melengking memekakkan telinga, sebelum akhirnya lenyap… menghilang seperti asap terbakar.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

SENJA ada yang berbeda pada senja yang temaram semilir angin membelai mesra aku mematung - tatapanku hampa pada baris-baris awan yang saling mengejar di udara ada yang aneh aku jelas merasakannya aku yakin aku tak salah ya, aku telah jatuh cinta pada lelaki yang mengisi hari-hariku bermalam-malam lalu masih tiada masih hampa disini di hati kecilku namun kini tiba-tiba mencekik leherku cinta; rasa itu datang tiba-tiba aku tahu aku salah aku tahu kamu marah, tak suka harusnya ia tiada tapi aku manusia biasa tak kuasa menghalau magisnya; aku sungguh telah jatuh cinta padamu pada senja yang temaram - Mega
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai huru hara akhir zaman
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status