Penakluk Hati Sang Billionaire
Terlihat dari gaya mereka yang masih wajar, bahkan terkesan cukup sederhana.
"Perkenalkan, ini putri kami, Syarifah Farzana. Kami memanggilnya Syafa." Suara lembut dan sopan sang ibu memecah lamunan calon dokter tersebut, membuat pipinya bersemu merah karena malu.
"Asalamualaikum, Nak." Suara berat tuan Rasyid, membuat Syafa merasa gugup.
"Kau pasti ingat, kita pernah beberapa kali bertemu, bukan?"