LOGINSetelah berkali-kali menolak untuk menikah. Hati Muhammad Syarif Abdullah Al-Ghifary, akhirnya takluk pada seorang dokter muda bernama Syarifa Farzana. Meskipun putra Billionaire berdarah Arab itu tahu, gadis yang telah memiliki kekasih tersebut tidak mencintainya. Sang CEO tetap menyetujui perjodohan mereka, dan menikahi Syafa, serta menerima perjanjian pra-nikah yang di ajukan oleh calon istrinya itu. Bagaimana perjalanan rumit hubungan pernikahan mereka? Mungkinkah cinta dapat menyatukan keduanya? Apakah lika-liku kisah mereka akan berakhir bahagia? Atau justru sebaliknya? Keep reading
View MoreSyafa membeku, "Kau terlihat tidak terlalui senang melihatku?" Suara berat itu membangunkan Syafa dari lamunannya. Dunia seperti berhenti berputar beberapa saat ketika mata mereka saling bertaut. Seseorang yang sama sekali tidak pernah dia pikirkan akan berada tepat dihadapannya. "Ben, ..." Suaranya bergetar. Seketika rasa panas menjalar, membuat matanya berkaca-kaca. Sekuat tenaga Syafa berusaha menahan agar butiran cristal hangat itu jatuh di pipi, dan membuat semuanya berantakan."Bagaimana, kau ..." "Bisa berada di sini?" Pria berdarah Inggris-Melayu itu tersenyum getir. Dia tampak tegak dan kokoh, tetapi begitu rapuh di dalam "Aku punya sedikit urusan dengan profesor Gunawan. Jadi selama seminggu ini akan berada di Bali." Syafa masih belum bisa mencerna apapun. Perasaan kesepian dan membingungkan yang di ciptakan oleh Syarif seolah menguap begitu saja ketika melihat Ben ada dihadapannya. Mungkinkah ini sebuah pertanda, jika hubungan mereka masih memiliki kesempatan sepe
Satu Minggu telah berlalu, sejak kepergian Syarif ke Kalimantan. Seharusnya Syafa merasa baik-baik saja, dan bahkan tenang. Karena pria yang tidak dia sukai berada jauh. Namun, alih-alih merasa tenang, Syafa justru merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Selama ini dia ingin Syarif menjauh, bahkan dia ingin lepas dari pria berdarah Jawa-Arab tersebut. "Kenapa dia sama sekali belum menghubungiku?" bisik Syafa dalam hati. Sejak tadi dia hanya duduk di balkon kamar, sambil memainkan ponselnya. Menunggu sebuah notifikasi masuk. Tetapi hampir satu jam tidak ada apapun. Ponselnya sam sekali tidak memperlihatkan pesan dari orang yang dia harapkan. "Permisi, Nyonya. Makan malam sudah siap." Suara mbak Arum membuat Syafa kembali dari lamunan. Syafa menoleh sebentar ke arah asisten rumah tangganya itu, dan kembali melihat layar ponselnya. Dia menghela nafas sejenak sambil mengangguk pelan, kemudian bangkit dari tempat duduknya. Mengikuti,bak Arum ke ruang makan, dan kembali menikmati
Satu Minggu telah berlalu, sejak kepergian Syarif ke Kalimantan. Seharusnya Syafa merasa baik-baik saja, dan bahkan tenang. Karena pria yang tidak dia sukai berada jauh. Namun, alih-alih merasa tenang, Syafa justru merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Selama ini dia ingin Syarif menjauh, bahkan dia ingin lepas dari pria berdarah Jawa-Arab tersebut. "Kenapa dia sama sekali belum menghubungiku?" bisik Syafa dalam hati. Sejak tadi dia hanya duduk di balkon kamar, sambil memainkan ponselnya. Menunggu sebuah notifikasi masuk. Tetapi hampir satu jam tidak ada apapun. Ponselnya sam sekali tidak memperlihatkan pesan dari orang yang dia harapkan. "Permisi, Nyonya. Makan malam sudah siap." Suara mbak Arum membuat Syafa kembali dari lamunan. Syafa menoleh sebentar ke arah asisten rumah tangganya itu, dan kembali melihat layar ponselnya. Dia menghela nafas sejenak sambil mengangguk pelan, kemudian bangkit dari tempat duduknya. Mengikuti,bak Arum ke ruang makan, dan kembali meni
"Ummi tidak ingin mencampuri masalah kalian, Nak. Tapi Ummi sedih melihat kalian berdua seperti berseberangan." Ny. Annisa akhirnya tidak dapat menahan lagi. Wanita berwajah kalem dan ramah itu, merasa hubungan putranya dan sng istri sudah dalam taraf yang harus di selesaikan segera. Sebagai seorang ibu sekaligus wanita, yang telah memakan asam garam kehidupan. Sang istri miliarder berdarah arab tersebut, dapat denga jelas melihat kejanggalan dalam pernikahan putra keduanya. "Ummi tidak ingin melihat kalian menderita, terlebih Syafa yang saatbini tengah mengandung anak kalian. Dia butuh ketenangan dan kenyamanan selama menjalani kehamilan ini," kata Ny. Annisa dengan lembut. Meskipun Syarif adalah putra kandungnya, diamtetap tidak ingin terlalu kuat campur. "Ummi hanya ingin membantu, mungkin dengan kau menceritakan semua dengan jujur. Ummi bisa memberikan saran," lanjutnya, sambil mengelus lengan Syarif. Setelah beberapa hari tinggal dan mengurusi bisnis di Balikpapan, Ny. Annis


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.