MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
Langit malam yang hitam pekat berubah menjadi jingga kemerahan, seolah-olah awan di atas sana sedang ikut berdarah.
Aditya tersungkur di atas tanah yang lembap, sekitar seratus meter dari vila. Tubuhnya terlempar oleh gelombang panas yang dahsyat. Telinganya berdenging hebat, hanya ada suara nging yang panjang dan menyakitkan. Di pelukannya, Bumi menangis tanpa suara, mulut kecilnya terbuka lebar tapi tak ada nada yang keluar karena syok yang teramat sangat. Di sampingnya, Bapak duduk bersimpuh, menatap kobaran api itu dengan tatapan kosong, tangannya masih memegang erat tas ransel hitam milik Kinan.
"Kinan..." bisik Aditya. Suaranya pecah, tertelan oleh suara runtuhnya atap vila di kejauh