WARISAN DEWA YANG TERSEMBUNYI
Setiap nada membuat kabut itu mundur sedikit, tapi semakin dekat mereka ke pusat, semakin berat suaranya keluar, seperti ada tangan tak terlihat yang mencekik tenggorokannya.
“Ardyn, berhenti dulu!” seru Selene, wajahnya tegang. “Kalau kau memaksa, tubuhmu—”
Ardyn menatapnya, senyumnya lemah tapi penuh keyakinan. “Kalau aku berhenti, kita semua akan hilang di sini. Nyanyian ini bukan hanya untuk melawan kabut… tapi juga untuk menjaga kita tetap sadar.”
Kael maju, tombaknya siap. “Kalau begitu, biarkan aku dan Selene yang menebas jalan. Kau fokus bernyanyi.”