Baginda, Tuan Putri Merayumu
Ia memegang kedua belah tangan Yasmin, menatap langsung ke dalam manik mata wanita yang telah melintasi dimensi demi kembali ke pelukannya itu.
“Aku, Erion Luan Arberi,” ucap Erion dengan suara baritonnya yang mantap dan bergema, terdengar begitu kokoh di hadapan ribuan pasang telinga. “Di hadapan seluruh daratan ini, aku bersumpah demi takhta, darah, dan sisa napas yang kumiliki, bahwa aku akan menjadi pelindungmu di kala badai, penghangatmu di kala dingin, dan rumah tempat jiwamu bersandar.”
Erion menjeda kalimatnya sejenak, tatapannya mendalam seolah dunia di sekitar mereka telah lenyap.