Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Kael menunjuk ke arah Varian. Varian mengecek ulang kemeja yang dipakainya. Kancingnya terbuka sebagian. Bahunya miring sebelah. Ada beberapa lendir di kemejanya. Ia mengendusnya pelan, lalu terlihat jijik. “Ini... air liurku?” Varian memastikan. “Tidak! Itu air liur naga!” Kael mencoba mengada-ada.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Kuusap dengan telapak tanganku tapi lelehan itu terus keluar setelah berkali-kali kuusap. Sungguh terkejut saat menyadari telapak tanganku kini penuh dengan cairan berwarna merah pekat. Setelah kucium, ada bau anyir khas darah. Seketika kukeluarkan kacang yang ada di mulutku. Apa ini, kenapa yang kukeluarkan bukan kacang tapi sesuatu berwarna putih dan hitam yang menyatu dengan darah. Dengan cepat kubuang ke lantai benda itu.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Dikejar Mafia Posesif

Dikejar Mafia Posesif

Bagian itu sudah benar-benar bengkak, bahkan sudah mengeluarkan sedikit cairan. [Akhir Bab 62]
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Karma Sang Penggoda

Karma Sang Penggoda

Rasa terbakar kembali menjalar, kini mata terbelalak saat melihat yang mengalir bukan air seni melainkan darah pekat dengan lelehan cairan berwarna kuning kental. "Astaga, mengapa pipisku mengeluarkan nanah?" ***Ofd.
9.832.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Sang Legenda

Kesempatan Kedua Sang Legenda

"Sepertinya dia mencoba membuat semacam obat." "Apa yang kita tahu? Kita cuma lakukan yang disuruh. Pasti sesuatu yang bagus untuk tubuh, kan?" Setelah beberapa hari, cairan hitam kental akhirnya mulai mengalir keluar dari alat di bagian paling ujung. Kael mencelupkan jarinya ke dalam cairan, mengendusnya, dan mengerutkan kening. "Ini bukan warna yang tepat. Pasti ada yang salah. Dan baunya juga tidak enak."
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Cairan itu mengalir keluar, membasahi bantal. Pak Hendro melompat dari kursi. "Itu apa?!" "Racunnya," Bima menjawab dengan napas tersengal. "Sudah keluar." Wanita itu batuk lagi. Kali ini lebih banyak. Cairan hitam itu terus keluar, mengalir deras dari mulutnya. Paman Liu dengan cepat mengambil baskom, menampung cairan itu. Wajahnya pucat melihat warna dan baunya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Mempelai yang Tak Diharapkan

Mempelai yang Tak Diharapkan

ucapku setelah menenggak hampir separuh botol. "jangan berpikir yang tidak-tidak. Ditanyakan dulu, biar gak salah faham," ucap Bibi dan entah kenapa cairan bening itu malah merangsek keluar tanpa malu. Aku menggeleng, "Nggak ada yang salah faham kok, Bik." "Ini mata kenapa pakai kelilipan? Pasti karena karena jendelanya dibuka." Aku membuang muka, berusaha menutupi air mata yang tahu malu ini.
9.6903.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20.8K kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
iva dinata
Assalamu'alaikum... Untuk semua pembaca, mohon maaf untuk beberapa hari ini saya tidak sempat membaca komentar karena suatu hal. Lewat ini saya meminta maaf untuk banyak keluhan karena typo dan salah sebut nama. Saya mohon bila ada typo tolong sebutkan judul babnya, biar saya perbaiki.
Joanne Irene
ceritanya bagus dan cukup menarik. cuma terkadang banyak typo, dan situasi yg terkadang suka gamasuk di akal jadi agak susah untuk dibayangkan diceritanya. dan juga karena hubungan persepupuan, jadi seolah-olah membuat lingkungan keluarga ini sempit. hanya berjodoh dengan saudara sendiri.
Baca Semua Ulasan
Sisa Takdir

Sisa Takdir

Elian melirik ke bawah melihat punggung tangan kirinya, sebuah tanda berbentuk perisai retak terpahat seperti bekas luka bakar, bersinar samar dengan rona merah tua. “Apa ini?” bisiknya dengan suara serak. Namun, sebelum ia sempat memikirkan lebih jauh, gelombang mual mendadak menyerangnya. Perutnya melilit, dan tanpa peringatan, ia terbatuk keras sebelum akhirnya memuntahkan cairan berwarna kuning kehijauan dilantai samping tempat tidurnya. Tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin membasahi dahinya.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Dahinya berkerut-kerut kala memencet ujungnya dan keluar cairan putih. "Apa ini?" Diperhatikan cairan tersebut. "Aneh sekali. Apa mungkin karena mau haid? Kenapa sepertinya ini susu?" Liana menggeleng. Ditepisnya pikiran tidak-tidak yang membuat kepalanya berdenyut. Lalu melanjutkan aktivitasnya. Namun, kala menatap bayangan yang terpantul dari cermin ia tiba-tiba ingat kata-kata pria yang menjadi tamu abahnya tadi.
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
AKU LELAH, MAS!

AKU LELAH, MAS!

ucap bu Alya. "Seminggu lagi kesini ya, atau kalau ada keluhan, atau tiba-tiba perut mules, keluar lendir dan darah, segera ke sini ya," lanjut bu Alya sambil membantuku turun dari ranjang periksa.
8.520.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 643 kali sebagai bab keluar lendir seperti putih telur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status