Janda Muda
Aku menoleh dan melihat wajah cantik kelasihku yang hari ini terlihat pucat dan lesu.
"Kamu kenapa, yank, kok pucet gini? " Tanyaku.
"Aku pusing, Mif, dari tadi sebelum subuh, aku muntah-muntah terus, tapi cuma lendir doang yang keluar." keluhnya.
Aku menyentuh keningnya, tapi tidak terasa panas. Suhu tubuhnya normal-normal saja.
"Ya, sudah, kita pergi sekarang. " Ajakku sambil melirik Rio, memberi isyarat untuk segera pergi.
Hot Chapters