I Hate You, I Love You
Ia sebenarnya malas untuk membalas pesan Mamanya, tapi malah Venna menelepon telepon genggamnya.
“Iya Ma,” sapa Reynar tanpa semangat.
“Di mana Nak?” tanya Venna lagi.
“Di hati Mama.”
“Tentu saja kamu selalu ada di hati Mama, Rey, tapi ragamu di mana?”
“Aku lagi di Bali, Ma.”
“Wah, enaknya kamu di Bali. Hmm, bisa segera pulang, Nak.”
“Aku masih liburan Ma.”
“Tolonglah Rey. Pulang aja dulu sebentar aja.”