Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta
“Kalau kamu berani menyentuhku, artinya, kamu laki-laki munafik. Belum ada setengah jam mengatakannya, sekarang sudah beda lagi. Nggak nafsu kok, ngancam mau memperkosa. Nggak salah? Jauh-jauh dariku! Aku tahu, kamu baru minum minuman haram. Aku jijik sama laki-laki yang doyan mabuk!”
Afsana mendorong tubuh lelaki berpawakan tinggi sekitar 180 CM agar tak terlalu dekat dengannya. Ia mematikan televisi yang tak membuatnya terhibur. Remot diletakkan di meja. Lantas, wanita itu berjalan ke arah ranjang. Namun, ia berbalik dan melihat Deryl lagi.