Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam Panas, Hati yang Membeku

Malam Panas, Hati yang Membeku

Melalui pantulan kaca, aku melihat tangan satunya malah mengeluarkan ponsel, memotret selfie dirinya yang rapi dengan diriku yang berantakan. Setelah sekadar membersihkan, dia kembali menggendongku ke ranjang. Dengan hati-hati dia duduk di tepi ranjang, meniupkan obat yang baru saja diseduh untukku agar agak dingin. "Mia, obatnya sudah hangat, minumlah sedikit ya." Morin menyodorkan sendok kecil ke bibirku. Tanpa segera membuka mulut, aku menatap kosong ke arahnya. Aku tiba-tiba tersenyum ....
5.0K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as malam yang dingin
Read
+Library
Perangkap Cinta Sang CEO

Perangkap Cinta Sang CEO

Malikha menoleh pada Aidan dan mengangguk mengerti. "Musim dingin belum berlalu, disini bisa minus 10 derajat jika malam. Kalau tidak ingin mati kedinginan lebih baik kamu menurut padaku," ujar Aidan setengah berbisik. Malikha memadang Aidan dengan mata polosnya mencoba mencerna apa maksud Aidan yang sebenarnya.
8.823.2K viewsCompletedAdded to Library 580 Times as malam yang dingin
Read
+Library
Suamiku Dingin!

Suamiku Dingin!

Dan di sana, di bawah pohon yang daunnya pasrah tersapu angin ada Awan yang sedang bermain dengan kelinci putih kesayangannya. "Tidak ikut bermain, Key?" James memberikan sekaleng minuman dingin padaku. Aku menggeleng dan pria itu hanya tersenyum. Kami duduk di anak tangga sambil melihat Awan yang berlari ke sana ke mari dengan teriakan-teriakan gembira. Suara cemprengnya seperti mentari di atas sana. Memberikan cahaya pada kegelapan. Menghangatkan jiwa-jiwa yang dingin serta kesepian.
1054.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as malam yang dingin
Read
+Library
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

“Iya. Tadi sudah saya periksa. Kamu tenang saja.” Aurin kembali menggigil. Dia tak terbiasa dengan udara dingin seperti ini. “Meski mataharinya bersinar cerah siang ini, tapi udara di akhir musim dingin tetap saja menusuk kulit. Bbbrrrrr.”
1061.0K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as malam yang dingin
Read
+Library
Malam yang panas

Malam yang panas

Malam yang dingin, sepi, dan mengendapkan segala rasa yang belum selesai. Reza berdiri tak jauh darinya, membelakangi lampu meja yang remang, siluet tubuhnya tampak kokoh dan sunyi. Tak ada yang bicara sejak satu jam lalu. Kata-kata terakhir Reza masih bergema di benak Nadia: “Aku sudah mencoba, Nad. Tapi ada hal-hal yang tak bisa kamu abaikan.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as malam yang dingin
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Benar seperti apa yang diduga oleh Baraka, jika malam itu akan terjadi badai, angin terasa dingin menusuk tulang. Yang jelas, angin berhembus keras sekali malam itu. Dinginnya terasa sekali menusuk tulang dan sumsum. Belum lagi dengan bunga-bunga es beterbangan seperti pasir putih di sekitar gua tempat mereka berdua bermalam. Baraka yang masih dalam penderitaan juga dapat merasakan betapa dingin menusuk tulangnya keadaan malam itu, tapi Baraka masih mampu bertahan.
1028.4K viewsOngoingAdded to Library 738 Times as malam yang dingin
Read
+Library
MALAM TANPA WAJAH

MALAM TANPA WAJAH

Setiap langkah terasa lebih berat dari biasanya, dan udara malam terasa semakin dingin. Tangan Alia gemetar ketika ia melewati lorong yang menuju ke bagian rumah yang jarang ia kunjungi. Itu adalah bagian rumah yang selalu dihindari atau ruangan yang dikenal sebagai "ruangan terlarang." Ruangan itu adalah sebuah kamar kecil di ujung koridor, yang konon katanya, tidak pernah dibuka oleh siapa pun dalam keluarga mereka. Ayah dan ibunya selalu mengingatkan Alia untuk tidak pernah mendekati ruangan itu, meskipun mereka tidak pernah memberi penjelasan lebih lanjut.
528 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as malam yang dingin
Read
+Library
Dari Dingin Menjadi Obsesi

Dari Dingin Menjadi Obsesi

Malam turun perlahan, membawa udara dingin yang menyusup dari celah jendela. Azura berdiri di balkon, satu tangan bertumpu pada pagar besi, pandangannya kosong menembus gelap. Di belakangnya, suara langkah kaki terdengar pelan, terlalu pelan untuk mengganggu, terlalu akrab untuk diabaikan. "Aku membuatkan teh hangat."
101.5K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as malam yang dingin
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status