Belenggu Asmara Tukang Kebun
Hari mulai petang, sebaiknya beristirahat di sini sambil menunggu maghrib, pikir Yusuf.
Yusuf meluruskan kakinya di ubin semen teras mushola. Di sampingnya duduk Loulia, bersandar pada tembok yang sama. Di kampung ini hanya bangunan mushala yang terbuat dari tembok, sementara rumah-rumah penduduk semuanya terbuat dari bambu. Sambil mengatur napas, pandangan Yusuf berkeliling mengamati rumah-rumah di sana. Semua tampak bersih dan terawat, halamannya juga seperti baru disapu. Baju-baju bergelantungan di teras rumah.