Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Medis Penguasa Langit

Selir Medis Penguasa Langit

Setelah beberapa saat, Bakpao melepaskan dari pelukan Sera dan mengangkat wajah kecilnya, "Bu, aku harus pergi ke kelas. Malam ini adalah kelas kakek perdana menteri. Dia benci kalau aku tidak tepat waktu. Adik-adik tidak perlu mengikuti kelasnya. Ibu boleh mencari adik-adik untuk menemani Ibu." Sera memegang tangan kecilnya, "Oke, ayo kita ke sana bersama-sama. Semangat Bakpao!" “Aku pasti semangat, kata kakek perdana menteri, aku akan menjadi Kaisar yang baik di masa depan,” kata Bakpao tegas.
9.85.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147.8K kali sebagai bapa kau setia
Tampilkan Ulasan (2060)
Baca
+Pustaka
ماوار سياع افيف
gimana cerita ny kok sudah tamat ...pdahal petasan kecil belum lahir ...mana danau cermin belum ada jalan pulang ny ...huhuhu...... lanjutin LG thooorr cerita nya ... gak bisa bobok KLO kaya gini gantung ...pdahal di setiap cerita tak tunggu in lhooo ... penasaran sama petasan kecil apakah laki2 atau
Devi Zulfia
terasa seperti mimpi cerita selir medis sudah tamat tapi ternyata betul betul tamat dan dengan berat hati aku harus hapus ini aplikasi karena aku udah malas baca novel yang lain yang aku suka cuma novel ini aja ...
Baca Semua Ulasan
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

Lidahnya kelu saat melihat sang putra yang sangat mirip dengannya. “Kamu marah sama Papa?” tanya Bizar kemudian. “Tidak. Bara sudah tahu semuanya dari mama. Dan juga tidak ada yang perlu disalahkan,” ujar Bara sambil menyuapkan pelan makanan ke mulutnya. “Maafkan papa nak, selama ini papa benar-benar tidak tahu kalau setelah dilahirkan kamu di titipkan di panti,” ujar Bizar.
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 504 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

ucapku meminta maaf "Ga apa apa Neng, saya seneng kalo bisa ngebantu Neng yang lagu ngidam gini. Saya ga nyangka kalo saya bisa berguna meski hanya seperti ini" ucap Bala itu tampak berkaca kaca. "Bapa ko ngomongnya gitu sih!! Oh iya Bapa tingga dimana? Biar nanti orang saya yang anterin Bapa pulang" ucapku
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

“Bima bahagia sekali punya Papa dan Mama. Tuhan baik sama Bima. Tuhan nggak biarin Bima iri lagi.” Mata Bintang berkaca-kaca mendengar ucapan Bima. “Selamanya Papa dan Mama akan selalu di sisi Bima. Bima ingat itu, oke?” Bara mengecup puncak kepala Bima. “Apa pun akan Papa lakuin asalkan Bima sama Mama selalu bahagia. Pegang janji Papa.” Bima memeluk Bintang dan Bima, menggunakan dua tangan mungilnya. “Bima sangat sangat Papa dan Mama. Kalian terbaik!”
9.421.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Kau Duakan Aku, Kubawa Anakmu Pergi

Aini mengusap perutnya yang mulai terlihat. "Ah iya, keponakan aunty sudah terlihat. Apa kabar, Sayang?" sapa Aisha sambil mengusap perut Aini. "Sehat dong. Meskipun hati ibunya sudah ngga berbentuk tapi tetap setrong." "Ceileh setrong, kayak popeye aja." Aisha mencebik. "Iyalah. Harus tetap semangat kerja buat masa depan. Sayangnya jau dari kamu, kalau laper tengah malam ngga ada temennya makan." Aini menyahuti.
1056.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
WARISAN DARI BAPAK

WARISAN DARI BAPAK

ucap Bu Ana "Iya, Fir. Bapak minta maaf, ya? Nanti, Bapak akan minta maaf juga pada yang lain." "Kami sudah memaafkan Bapak." Mereka menghambur, memeluk bapak mereka. Hati Bu Ana menhangat melihat pemandangan itu semua. "Bu, sini!" ajak Cahyo. "Ibu bukan mahram bapakmu. Kalian saja."
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 848 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Kissing Partner Sang Tuan Muda

Kissing Partner Sang Tuan Muda

lanjut Berta CEKLEK Kara akhirnya membuka pintu kamarnya dan memeluk sang Ibu. "Tapi bagaimana jika dia marah padaku dan membenciku?" tanya Kara pada sang Ibu. "Ambil kembali hatinya dan ini waktu nya kau yang berjuang. Bara sudah melakukan banyak hal untukmu. Dia layak untuk kau cintai dan kau perjuangkan," ujar Berta yang kemudian tersenyum manis pada Kara. "Hilangkan rasa takutmu dan tunjukkan kepercayaan dirimu bahwa kau bisa kembali mengambil hati Bara. Dan Mama sangat percaya bahwa dia masih sangat mencintaimu. Jangan biarkan dia menjadi milik orang lain. Dia milikmu dan hanya milikmu," kata Berta sembari menangkup wajah cantik Kara.
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Kama mengangguk. Sapto tersenyum masam kemudian menaikkan kaca matanya yang melorot. “Dunia memang sudah edan, tidak laki – laki dan perempuan sama saja. Papa hanya pesan, setialah kamu pada satu perempuan, sayangi dia, jika hidupmu mau berkah. Lihat Papa. Papa tidak pernah berselingkuh dan selalu setia sama mamamu.” Kama mengangguk. “Pa, maaf buka bermaksud kasar, aku mau menemani Bening.”
1021.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 475 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

"Hayo-hayo Bandung ...." "Terima kasih telah memberiku malaikat kecil ini, Tuhan." Raditya tersenyum simpul mendengarkan Aira menyanyi lagi dengan lantangnya. Tak bisa dipungkiri bakat Mamanya menurun padanya. Banyak orang yang melambaikan tangan ikut tersenyum pada pasangan ayah dan anak itu.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

Hanya suara teriakan gembira dari wahana dan musik latar. “Jadi…” Dewa membuka suara tanpa menoleh. “Kamu masih ingin terus ada di hidup Indira dan anak-anaknya?" Bara terkekeh pelan. “Dan kamu juga. Oh ya, ganti kata anak-anaknya. Mereka anak-anakku, aku papa mereka. Dan Indira wanitaku." Dewa akhirnya menoleh, ia tampak tidak terprovokasi dengan ucapan Bara. “Bedanya, aku ada saat dia jatuh paling dalam. Saat semua orang meninggalkannya. Termasuk kamu."
9.8347.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai bapa kau setia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status