Antara Dendam dan Cinta
semua cumbuan itu sudah menyesatkannya pada kenikmatan
“Setelah ini, aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi.” Itu janji Bruce sebelum menyatukan milik mereka. Dia mengeram, memopa miliknya dengan pelan, membiarkan Maya terbiasa dengan miliknya
Sampai cakaran di punggungnya sudah tidak terasa, Bruce menaikkan tempo pompaannya. Mengejar sesuatu yang terasa sangat nikmat saat miliknya dijepit rapat di bawah sana. Begitupun dengan Maya yang merem-melek merasakan milik Bruce yang melesak masuk sampai menyentuh dinding rahimnya. Mereka tak berhenti mendesah sampai kepuasan menerjang beberapa jam setelah itu. Bahkan Bruce seakan kecanduan, tidak berhenti meski Maya sudah kelelahan dan tak berten
Hot Chapters