Malam Penuh Gairah Bersamamu
Sisanya hanya tamu orang tua Tania, kerabat, dan juga tamu Rafael yang tidak Tania kenali.
“Akhirnya, kita sampai di penghujung acara.” MC mengacungkan tangannya tinggi ke atas. “Siapa yang mau mendapatkan buket pengantin?”
Riuh teriakan terdengar. Beberapa tamu undangan langsung berkumpul, tidak terkecuali Lia dan Keisha.
Dengan aba-aba dari MC, Tania berbalik. Ia mulai menghitung. “Satu, dua, tiga!”