Remember Me, BE!
Padahal hanya kata-kata seperti itu saja, Juna juga mengucapkannya masih dengan senyum yang tak putus dari bibirnya, tetapi tetap saja lututnya terasa lemas.
Untung saja dia sekarang berada di tempat tidur, duduk sambil memeluk lutut. Jika berdiri, bisa dipastikan dia akan jatuh terduduk. Sungguh, perkataan Juna seolah dapat menyedot seluruh tenaganya. Cepat dia menggelengkan kepala, beberapa kali sebagai jaminan jika dia tidak akan melakukan apa yang dikatakan pria itu.
"Good girl! Ingat, ya, Be, seperti aku yang cuma milik kamu, kamu juga cuma milik aku!"
Hot Chapters