Tertawan Pesona Mantan
Aku menjawab santai dengan mata masih terpejam.
“Iya, Papa paham. Tapi, apa kamu enggak mau coba serius berkenalan dengan salah satu anak teman Papa? Kalau Papa sudah merekomendasikan, berarti dari segi bibit, bebet, dan bobot, semua sudah matang, Kal.”
Kuintip Papa dengan mata menyipit sambil berucap, “Merger, bukan?”
“Enggak juga. Ya, siapa tahu jodoh, kan?”
Hot Chapters