Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Ben jatuh dari sofa, berusaha meraih sesuatu—mungkin senjata, mungkin ponsel.
“ANGKAT TANGAN! JATUHKAN APA PUN YANG KALIAN PEGANG!”
Dari balik kerumunan polisi, Samuel melangkah masuk dengan tenang. Jas hujannya basah, tetapi senyumnya lebar dan puas.
“Halo, Arkha. Halo, Ben. Lama nggak jumpa.”
Arkha membeku. Tangannya terangkat perlahan. Matanya menyala dengan kebencian.