Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Hatinya tidak pernah ingin utuh, harus dicampur logika yang akan menuntunnya pada kebenaran. Dengan motor kawasaki klx 250 Abbian membonceng Rine. Sementara Nissa kembali menunggu jemputan di tempat satpam. Abbian yang usil mengambil tangan Rine agar memeluk perutnya yang tanpa lemak. Cewek yang dibonceng olehnya merasa risi sehingga tidak segan menampar perut Abbian. Keduanya tertawa lepas, Rine pun berbicara dengan sedikit keras, “Bi, mau es cendol, enggak?” “Ayo, beli. Nanti di depan sana ada yang jual.”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
Teleportasi

Teleportasi

perintah Bu Berta membuka pintu besi yang dipenuhi karat, tapi ia segera menyipitkan matanya saat melihat Keira yang sudah berdiri di tengah kamar dengan badan yang tetap segar meski sedikit kusam berdebu. “Terima kasih, Bu!” sahut Keira sembari menyembunyikan barang-barang bawaannya di balik bajunya. “Keira! Apa kamu benar-benar kuat untuk berjalan sendiri?” selidik Bu Berta pada Keira yang tidak diberi makan sejak sabtu. “Aku bahkan dapat berlari, jika itu harus!” sahut Keira dengan tenang dan sombong.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
CINTA BERGANTI

CINTA BERGANTI

protesnya kemudian. “Tapi, bapak yakin kamu bisa perbaiki, tapi ini juga bisa fatal.” Lanjutnya sambil melingkari kesalahan pengetikan kata “sampai” yang ku ketik dengan kata “samapai” . “oh iya pak, typo..hehehe” kata ku berusaha tenang dan berusaha santai.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
Detective Devil

Detective Devil

Satu Jam Berlalu Cologne telah menyelesaikan masakannya dan tengah menata masakannya di meja makan terlihat jengkel karena Berlin tampaknya masih sibuk bermain dengan konsolnya. "Cukup, apa dia benar-benar ingin merepotkanku?!" Cologne menghempaskan piring yang berada di tangannya ke atas meja lalu bergegas menuju ruang keluarga untuk menghampiri Berlin yang masih sibuk bermain. BRAK Cologne membanting pintu dan segera masuk ke dalam ruang keluarga menghampiri Berlin. Pemuda itu bisa melihat dengan jelas bagaimana Berlin tampak sibuk dengan konsol permainan miliknya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
SANG KAPTEN

SANG KAPTEN

Doorrr . BERSAMBUNG
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 942 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
Tumbal Pengantin Iblis

Tumbal Pengantin Iblis

Bersambung. @lovely_karra
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai berkelana
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
KarRa
Bab 74 masih sedikit revisi, mungkin akan tersedia hari senin. Tidak mengubah alur dan isi cerita di bab tersebut, hanya menambahkan jumlah kata agar nyaman dibaca. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan selamat membaca.
Kiki Sulandari
Gavin berhasil membuat Ellard & Lamont melihat ritual yg dilakukan klan peramal & penyihir Apa yg akan mereka lakukan selanjutnya? Gambaran masa depan tentang apa lagi yg telah dilihat Sekar? Akankah terjadi sesuatu pada sang nenek?
Baca Semua Ulasan
Manusia Penakluk Dunia

Manusia Penakluk Dunia

Bahkan Mulan langsung menangis setelah melihat Issac Hamis. “Hoekkk” “Hallo putri cantik, mengapa kamu menangis?” Beryl Ebenezer mendekat. Beryl seorang hunter dari Israel, ia memiliki rambut keriting dengan janggut penuh di pipi. Dia orang yang ramah dan dikenal Arina saat bekerja di divisi arkeologi. Beryl adalah satu-satunya Tim Adam yang mampu berbahasa Semesta. “Lihatlah yang aku punya? Permen manis.” Beryl mengeluarkan sebungkus permen berwarna merah. Tangis Mulan perlahan diam saat menyaksikan trik sulap menghilangkan permen di tangan Beryl.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Apa yang sedang terjadi? bersambung...
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
Kelana

Kelana

Kelana yang kutemukan di tengah perjalananku Adalah kelana terindah yang pernah kutahu Bagaikan petualangan, ia begitu memabukkan Serupa rumah, ia sungguh menenangkan Jika tak sekarang, Suatu hari hanya pada Kelana aku akan pulang" Lana tersenyum membacanya. Dirasakannya wajahnya menghangat dan dadanya berdesir. Sejurus ia melihat ke arah meja bar. Dilihatnya ternyata Arga pun tengah memerhatikannya membaca kertas itu. Lana menepuk dada kirinya dengan tangan kanan, mengucap terima kasih melalui gerakan dan tersenyum pada Arga. Arga membalasnya dengan sebuah kecupan dari jauh dan kembali bekerja.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai berkelana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status